Apakah Anda seorang kreatif yang memiliki ide untuk membuat film yang bagus?
Apakah Anda merasa memiliki kemampuan untuk membuat film yang layak memenangkan penghargaan bergengsi?
Jika sebagian besar ide kreatif Anda menuntun Anda untuk menulis cerita yang termasuk dalam kategori thriller, roman, dan fiksi ilmiah, Anda harus mengubah ide Anda menjadi sebuah skenario.
Jika film favorit Anda tidak menjadi skenario terlebih dahulu, bagaimana Anda bisa menontonnya dan jatuh cinta?
Menulis skenario mungkin tampak luar biasa.
Anda mungkin menganggapnya sebagai keterampilan yang hanya dimiliki oleh para aktor terbaik Hollywood. Anda juga bisa melakukannya.
Selama Anda memiliki semangat, ide, dan panduan yang tepat, Anda dapat mengubah ide Anda menjadi skenario terbaik yang dapat diproduksi.
Apa yang dimaksud dengan skenario?
Anda bisa menyebut skenario sebagai cetak biru untuk sebuah film.
Skenario bukan hanya sebuah dialog. Skenario juga mencakup deskripsi karakter, gerakan, dan transisi.
Skenario berfungsi sebagai panduan yang mengarahkan sutradara bersama aktor dan anggota kru produksi tentang apa yang akan terjadi dalam film.
Jangan Pernah Khawatir AI Mendeteksi Teks Anda Lagi. Undetectable AI Dapat Membantu Anda:
- Membuat tulisan dengan bantuan AI Anda muncul seperti manusia.
- Bypass semua alat pendeteksi AI utama hanya dengan satu klik.
- Gunakan AI dengan aman dan dengan percaya diri di sekolah dan tempat kerja.
Jadi, ketika Anda memikirkan sebuah skenario, pikirkanlah sebagai peta atau DNA sebuah film.
Skenario adalah cara untuk mempresentasikan ide Anda dalam format yang sangat spesifik yang dapat diterima dan diakui oleh industri film.
Perbedaan Antara Skenario dan Naskah
Sebagai penulis skenario pemula, Anda mungkin bingung dalam membuat naskah skenario.
Jika Anda berada dalam posisi ini, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian.
Sangat umum untuk menggunakan skenario dan naskah secara bergantian. Tetapi kedua istilah ini merujuk pada hal yang berbeda.
Skenario mengacu pada dokumen yang digunakan untuk film atau TV.
Ini adalah panduan untuk semua pemeran dan anggota kru yang mengikuti format yang ketat.
Sementara naskah adalah istilah yang lebih luas yang mengacu pada setiap karya tertulis yang dimaksudkan untuk dipentaskan.
Ini mencakup semua karya tulis untuk drama panggung, acara radio, video game, dan bahkan iklan.
Skenario memiliki detail yang baik, sementara naskah tidak.
Skenario merinci sudut kamera dan deskripsi adegan, sementara naskah tidak selalu menyertakan detail visual.
Skenario juga mengikuti format standar, sementara naskah tidak memiliki format yang ketat.
Jadi jika dipikir-pikir, semua skenario adalah naskah, tetapi tidak semua naskah adalah skenario.
Langkah 1: Memahami Struktur Skenario
Struktur skenario harus dipahami dengan baik oleh setiap penulis skenario karena hal ini menjadi dasar dari pekerjaan mereka.
Skenario dapat disusun sebagai berikut:
Struktur Tiga Babak
Sebagian besar skenario standar mengikuti struktur tiga babak. Memang benar:
- Babak 1 (Pengaturan): Ini merupakan sekitar 25% dari skenario Anda. Penyiapan adalah tempat Anda memperkenalkan karakter dan dunia mereka. Penyiapan juga menyajikan "insiden pemicu" yang memulai cerita. Ini adalah 20-30 menit pertama dari karya Anda.
- Babak 2 (Konfrontasi): Babak 2 adalah bagian tengah dari cerita Anda. Di sinilah Anda mengungkapkan rintangan yang dihadapi karakter utama Anda. Bagian tengah cerita Anda harus cukup menarik untuk membuat audiens Anda terpaku. Ini juga merupakan tempat yang baik untuk pengembangan karakter.
- Babak 3 (Resolusi): Ini adalah 25% terakhir dari cerita Anda di mana segala sesuatu mencapai klimaks, yang mengarah ke resolusi akhir. Resolusi ini bisa membahagiakan atau menyedihkan.
Struktur Alternatif
Tidak semua cerita dapat diungkapkan melalui format tiga babak.
Meskipun struktur tiga babak berfungsi sebagai norma, namun terkadang dapat membuat penulis merasa terkekang.
Anda dapat memilih untuk menceritakan kisah Anda menggunakan Perjalanan Sang Pahlawan atau penceritaan non-linear.
Perjalanan sang pahlawan dipolarisasikan oleh Joseph Campbell dan mengikuti petualangan sang protagonis di mana ia menghadapi cobaan dan bertransformasi.
Ini populer di antara film-film seperti Star Wars dan The Matrix.
Penceritaan non-linear menceritakan kisah-kisah di luar urutan.
Proses penulisan dengan menggunakan metode ini mungkin sulit pada awalnya, tetapi eksekusi yang tepat akan memberikan hasil yang positif.
Anda dapat menemukan gaya ini dalam film seperti Pulp Fiction.
Langkah 2: Munculkan Ide Cerita yang Kuat
Setiap skenario yang baik membutuhkan garis besar cerita yang stabil. Jadi, ketika mencoba mendapatkan ide cerita, Anda perlu bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan seperti:
- Genre apa yang saya tulis?
- Bagaimana nada film ini?
- Siapakah tokoh utamanya?
- Apa tujuan karakter utama?
- Bagaimana cara mengembangkan karakter?
- Bagaimana cara menciptakan konflik?
- Bagaimana cara saya mencapai resolusi?
Trik untuk memvisualisasikan ide Anda adalah dengan menulis 'logline' - ringkasan satu kalimat dari cerita Anda.
Ringkasan ini membantu menangkap esensi cerita Anda dan juga membantu Anda fokus.
Langkah 3: Mengembangkan Karakter Anda
Bagian besar dari skenario Anda adalah karakter.
Mereka adalah jantung dari permainan Anda.
Jadi, ciptakan karakter dan kembangkan karakter tersebut.
Mereka harus terasa nyata dan mudah dipahami.
Jika film Anda memiliki karakter yang tidak dapat terhubung dengan penonton, maka Anda memiliki masalah besar.
Cara untuk dengan mudah menghidupkan karakter Anda adalah dengan mengajukan pertanyaan seperti:
- Apa tujuan mereka?
- Apa kekuatan mereka?
- Apa kekurangan mereka?
- Bagaimana mereka berbicara?
- Apa warna kulit mereka?
- Dari mana asalnya? e.t.d.
Setiap karakter membutuhkan latar belakang yang jelas. Memiliki latar belakang cerita untuk karakter Anda membantu Anda untuk mengembangkan karakter yang menyeluruh.
Langkah 4: Memformat Skenario dengan Benar
Meskipun Anda menulis untuk bersenang-senang, Anda tetap harus menulis dengan cara format skenario standar.
Menggunakan format skenario yang tepat biasanya menjadi kesulitan bagi banyak penulis skenario. Tetapi Anda bisa berbeda.
Setelah Anda memahami standar yang tidak dapat dinegosiasikan, Anda siap untuk memulai!
Berikut ini adalah format skenario yang tepat:
- Font: Kurir
- Ukuran huruf: 12
- Penomoran Halaman: Sudut kanan atas
- Margin Kiri: 1,5 inci
- Margin Kanan: 1 inci
- Margin Atas dan Bawah: Masing-masing 1 inci
- Judul Adegan: SEMUA HURUF BESAR
- Garis Aksi: Tulislah dalam bentuk waktu sekarang di margin kiri halaman
- Nama Karakter: HURUF BESAR SEMUA dan harus muncul sebelum dialog mereka. Jika Anda memperkenalkan karakter, Anda harus menyertakan deskripsi singkat dalam tanda kurung.
- Dialog: Semua dialog harus berada di tengah.
- Lokasi: Gunakan EXT untuk mengindikasikan "eksterior" dan INT untuk "interior". Ini harus selalu berada sebelum judul adegan.
- Transisi: Anda harus menulis instruksi tentang transisi adegan dalam huruf besar semua dan harus disejajarkan dengan margin kanan
Sebagai penulis skenario, ruang kosong harus menjadi teman Anda.
Hindari kertas yang penuh sesak, karena sulit dibaca dengan cepat.
Contoh Pemformatan Adegan dalam Skenario
Berikut ini adalah contoh standar cara menulis format skenario:
Langkah 5: Menulis Draf Pertama
Setelah memahami empat langkah pertama, sekarang saatnya untuk masuk ke bagian yang menyenangkan - menulis yang sebenarnya!
Draf pertama tidak harus sempurna. Tidak masalah untuk membuat kesalahan konyol.
Ingatlah bahwa tidak ada yang harus melihat draf ini kecuali Anda. Biarkan pikiran kreatif Anda bekerja dengan sendirinya tanpa perlu mengkhawatirkan kesempurnaan.
Berikut ini ada beberapa saran untuk membantu draf pertama Anda:
- Tunggu sampai Anda selesai untuk mulai mengedit
- Tetapkan sasaran penulisan harian. Anda bisa menargetkan satu adegan dalam sehari. Ini akan bertambah seiring berjalannya waktu
- Tidak apa-apa jika mengalami kebuntuan. Beristirahatlah sejenak atau gunakan placeholder untuk sebuah adegan dan lanjutkan.
- Jangan khawatir tentang menulis dalam urutan kronologis. Anda bisa menulis adegan yang paling Anda sukai terlebih dahulu.
Menjaga Momentum: Menghindari Blok Penulisan
Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Blok penulis terjadi pada penulis skenario terbaik.
Namun demikian, ada beberapa cara untuk menjaga momentum dan menghindari writer's block. Cara-cara tersebut antara lain:
- Melompat ke adegan yang berbeda
- Berjalan-jalan atau mandi air dingin
- Ubah lingkungan Anda
- Mendengarkan musik
- Berbicara dengan teman
- Jurnal
- Baca skenario film lain untuk mendapatkan inspirasi
Atau, Anda dapat berbicara dengan Obrolan AI yang tidak terdeteksi.
Chatbot kami dapat membantu Anda menemukan perspektif singkat atau menjelajahi sudut pandang atau arah yang berbeda.
Anda juga dapat bertukar pikiran dengan ide-ide baru dengan Obrolan AI yang tidak terdeteksi. Cobalah sekarang!
Ingatlah bahwa memperbaiki skenario yang buruk itu mudah, tetapi tidak menulis sama sekali tidaklah mudah.
Jadi, daripada menyerah, cobalah opsi lain.
Langkah 6: Mengedit & Merevisi Skenario Anda
Tidak masalah jika draf pertama Anda sedikit berantakan. Tetapi jangan membuat kesalahan dengan mengedit segera setelah menulis.
Setelah Anda memiliki draf pertama, sisihkan selama beberapa hari. Anda perlu melakukan penyuntingan dengan pikiran yang jernih dan tenang.
Anda pasti akan menemukan banyak hal untuk diedit jika Anda memiliki pikiran yang jernih.
Berikut ini adalah cara Anda dapat mengedit dan merevisi skenario Anda:
- Potong adegan yang menurut Anda tidak perlu ada dalam film. Jika tidak menambah substansi, hapus segera
- Pertajam dialog Anda. Dialog film lebih ringkas daripada percakapan biasa. Selain itu, pastikan dialog Anda alami dan menarik.
- Periksa alur cerita Anda. Pastikan cerita Anda mengalir dengan baik.
- Pastikan ada konsistensi dalam nada, khususnya untuk karakter Anda.
- Pastikan Anda mengikuti format standar.
Tidak masalah untuk melakukan begitu banyak penyuntingan.
Sebagian besar skenario profesional diedit berkali-kali sebelum disempurnakan.
Bagaimanapun juga, Anda melakukan pekerjaan yang hebat.
Langkah 7: Menjual Skenario Anda & Langkah Selanjutnya
Selamat atas penyelesaian skenario Anda. Selamat karena Anda berhasil bertahan!
Langkah selanjutnya sekarang adalah menjual draf akhir Anda. Anda harus memastikan bahwa karya Anda sampai ke tangan yang tepat.
Ada berbagai cara untuk memposisikan skenario Anda di ruangan yang tepat, dan cara-cara tersebut antara lain:
- Buat presentasi yang menarik. Pastikan Anda menyertakan sinopsis dan logline Anda.
- Teliti perusahaan produksi yang berspesialisasi dalam genre Anda, Misalnya, Netflix.
- Datanglah ke festival dan konferensi film untuk berjejaring dengan orang-orang yang tepat.
- Ikuti kompetisi penulisan skenario terkemuka seperti Nicholl Fellowship atau Austin Film Festival.
- Pertimbangkan untuk berproduksi sebagai pembuat film independen.
- Mintalah bantuan pengacara untuk membantu negosiasi.
- Temukan manajer atau agen untuk membantu Anda menjual skenario Anda.
Ketika mempersiapkan diri untuk menjual skenario Anda, Anda juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi penolakan.
Anda tidak akan menjadi penulis skenario pertama yang diberi tahu 'Tidak', jadi tidak apa-apa.
Banyak film yang sukses ditolak sebelum menemukan produser yang tepat. Tetaplah gigih!
Perangkat Lunak & Alat Penulisan Skenario Terbaik
Ya, Anda bisa menulis skenario Anda menggunakan Microsoft Word atau Google Docs. Tapi mengapa berhenti di situ?
Ada alat khusus yang dapat membuat pekerjaan Anda jauh lebih mudah dan cepat.
Alat-alat ini dianggap yang terbaik menurut standar industri dan termasuk:
Draf Akhir
Final draft dianggap sebagai alat yang paling efisien.
Ini ditandai sebagai "standar industri". Ini digunakan untuk sebagian besar proyek profesional yang akan memasuki masa produksi.
Ini memiliki sejumlah fitur seperti pemformatan otomatis, perincian adegan, dan pelacakan karakter.
Kelemahannya adalah bahwa perangkat lunak draf akhir sangat mahal.
Celtx
Celtx bukan hanya sebuah perangkat lunak penulisan skenario. Ini menawarkan pengalaman "studio" kepada pengguna.
Aplikasi ini juga memiliki templat untuk membuat berbagai hal, seperti anggaran, jadwal pemotretan, lembar panggilan, dan daftar pemotretan.
Celtx adalah pilihan yang bagus untuk pemula.
PenulisDuet
Alat penulisan skenario ini membantu penulis dan editor berkolaborasi secara online. Alat ini diciptakan untuk tujuan menulis bersama.
WriterDuet memiliki opsi gratis dan berbayar untuk pengguna.
Fade In
Fade In menyederhanakan penulisan skenario. Siapa pun yang memiliki pengetahuan dasar mengenai skenario dapat menggunakan perangkat lunak ini tanpa instruksi.
Perangkat lunak ini juga memungkinkan Anda untuk memindahkan adegan tanpa harus memotong dan menempel. Ini adalah alternatif yang terjangkau untuk Final Draft.
Selain alat bantu ini, Anda juga dapat menggunakan Chatbot AI yang tidak terdeteksi dan AI Humanizer.
Chatbot kami membantu dalam bertukar pikiran tentang ide untuk plot, pengembangan karakter, dan dialog.
Alat AI humanizer kami juga dapat menganalisis dialog Anda untuk memastikannya terdengar alami dan realistis.
Alat-alat ini seperti mitra kreatif yang tidak pernah Anda sadari bahwa Anda membutuhkannya.
Tanya Jawab Tentang Menulis Skenario
Bagaimana Cara Menulis Skenario Untuk Film?
Miliki ide yang bagus untuk sebuah cerita, ikuti format skenario, dan tulislah!
Bagaimana Cara Menulis Montase dalam Skenario?
Beri label pada montase Anda dengan menulis 'MONTAGE' dalam huruf besar semua, buat daftar adegan secara singkat dan tunjukkan momen-momen penting, fokus pada aksi, bukan dialog, dan akhiri dengan menulis AKHIRI MONTAGE.
Bagaimana Cara Menulis Format Skenario?
Gunakan jenis huruf dan ukuran huruf yang tepat, perhatikan ukuran margin, gunakan judul adegan, ketahui kapan harus menulis dalam huruf besar, dan hindari blok teks yang besar.
Bagaimana Cara Menulis Format Skenario?
Gunakan jenis huruf dan ukuran huruf yang tepat, perhatikan ukuran margin, gunakan judul adegan, ketahui kapan harus menulis dalam huruf besar, dan hindari blok teks yang besar.
Bagaimana Cara Menulis Garis Besar Skenario?
Pisahkan cerita Anda ke dalam beberapa babak, buat garis besar peristiwa-peristiwa penting adegan demi adegan, dan kembangkan karakter Anda.
Kesimpulan
Ketika Anda memutuskan untuk menulis skenario, jangan mengharapkan perjalanan yang mulus. Menulis skenario adalah sebuah seni.
Jadi, untuk menciptakan karya seni yang indah, pahamilah struktur dan format penceritaan visual.
Setiap perjalanan dimulai dengan satu langkah dan terkadang Anda membutuhkan pasangan untuk berjalan bersama.
Pilih Obrolan AI dan AI Humanizer untuk menjadi mitra Anda dalam perjalanan kreatif dan mewujudkan visi Anda.