Otak kita adalah seperti Sebuah superkomputer yang malas. Ia tidak suka membaca deskripsi yang panjang dan rumit.
Siapa yang mau membaca kalimat berisikan 20 kata tentang “Air yang begitu dingin hingga langsung membuat kulit Anda mati rasa dan menimbulkan sensasi menggigil yang menjalar ke tulang belakang Anda.” Ketika Anda bisa membandingkannya dengan freezer?
Otak kita menginginkan jalan pintas itu.
Jika saya menghabiskan dua paragraf untuk menjelaskan suhu, otak Anda akan bosan dan hanya membaca sekilas teks tersebut.
Tetapi jika saya hanya mengatakan, “Dingin seperti es,” Otak akan terbangun dan memicu sensasi fisik seperti membeku.
Pintas mental ini disebut sebagai Perumpamaan. Apa itu Perumpamaan?

Kita akan mengetahuinya dalam blog ini. Kita akan membahas makna perumpamaan, menjelaskan apa itu perumpamaan, dan melihat tujuannya.
Kami juga akan membahas tips untuk menulis perbandingan yang efektif dan menganalisis contoh-contoh perumpamaan terkenal yang telah teruji oleh waktu.
Mari menyelam lebih dalam.
Hal-hal Penting yang Dapat Dipetik
- Perumpamaan adalah perbandingan yang menggunakan kata “seperti” atau “sebagai,” berfungsi sebagai jembatan antara dua hal yang berbeda untuk menciptakan gambaran yang hidup.
- Perumpamaan bekerja seperti file zip mental, yang memungkinkan otak memproses data sensorik kompleks secara instan melalui pengenalan pola.
- Perumpamaan vs Metafora. Sementara perumpamaan secara halus menyarankan kesamaan (A adalah seperti B), sebuah metafora dengan berani mengklaim identitas (A) adalah B).
- Dari slogan pemasaran hingga rutinitas komedi dan komunikasi sehari-hari, perumpamaan digunakan untuk menciptakan pengalaman yang berkesan.
- Hindari klise (“sibuk seperti lebah”) dan perbandingan yang dipaksakan. Gunakan alat seperti AI Humanizer AI yang tidak terdeteksi untuk memastikan tulisan Anda mengalir secara alami.
Apa Itu Perumpamaan?
Apa itu perumpamaan secara tepat?
Perumpamaan adalah jembatan dari dunia bahasa.
Pada dasarnya, definisi perumpamaan sangat sederhana: ini adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda menggunakan kata “seperti” atau “sebagai.”
Jangan Pernah Khawatir AI Mendeteksi Teks Anda Lagi. Undetectable AI Dapat Membantu Anda:
- Membuat tulisan dengan bantuan AI Anda muncul seperti manusia.
- Bypass semua alat pendeteksi AI utama hanya dengan satu klik.
- Gunakan AI dengan aman dan dengan percaya diri di sekolah dan tempat kerja.
Bukan hanya menjelaskan apa sesuatu itu. Ia juga menggambarkan bagaimana rasanya atau penampilannya dengan meminjam ciri-ciri dari sesuatu yang lain.
- Tanpa Perumpamaan: Dia sangat cepat. (Hanya fakta.)
- Dengan Perumpamaan: Dia berlari secepat kilat. (Sekarang kamu bisa lihat kecepatannya.)
Untuk membuat perumpamaan, kita memerlukan tiga komponen spesifik:
Subjek + (Seperti/Seperti) + Perbandingan = Perumpamaan
Mari kita masukkan sebuah kalimat ke dalam rumus ini untuk melihat makna perumpamaan dalam praktik:
“Suaranya sebelas dua belas dengan sutra.”
| Subjek | Konektor | Perbandingan |
| Hal yang Anda gambarkan. | Perekat yang menyatukan perbandingan tersebut. | Objek yang sudah dikenal yang Anda pinjam ciri-cirinya |
| → Suaranya | → Sebagai | → Sutra |
Memahami Perumpamaan
Perumpamaan sering kali disamakan dengan metafora, padahal keduanya memiliki struktur dan dampak yang sama sekali berbeda.
Mari kita pahami perbedaan antara perumpamaan dan metafora:
| Perumpamaan (Tersurat) | Metafora (Implisit) |
| Ini adalah perbandingan yang sopan. Perbandingan ini mengakui bahwa A mirip dengan B, tetapi keduanya bukanlah hal yang sama. Perbandingan ini menjaga jarak yang aman. | Ini adalah persamaan yang berani dan langsung. Ia menyatakan bahwa A adalah B. |
| Contoh: Hidup ini seperti sekotak cokelat. | Contoh: Hidup adalah jalan raya. |

Begini cara otak memproses contoh perumpamaan secara real-time.
Dimulai dengan Subjek (hal yang Anda bicarakan), hits Konektor (yang berfungsi sebagai sinyal untuk beralih mode), dan akhirnya mendarat di Titik Acuan (gambar yang sudah Anda kenal).
Mari kita pahami cara kerjanya dengan contoh spesifik ini:
- Contoh: Suaranya seperti kaca yang pecah.
- Subjek (Yang Tidak Dikenal): Otak Anda membaca “Suaranya,” dan menciptakan gambaran mental yang kabur. Anda tahu apa yang kami bicarakan, tetapi Anda belum tahu bagaimana suaranya. Itu netral.
- Penghubung (Pemicu): Anda mengklik kata “like.” Itu bersiap untuk mentransfer makna.
- Titik Acuan (Titik Tumpu): Otak Anda menemui “kaca pecah.” Ia langsung mengakses basis datanya tentang kaca. Ia mengambil ciri-ciri spesifik (seperti tajam, bergerigi, memotong, menyakitkan) dan menempelkannya pada “suaranya.” Sekarang, Anda bisa “mendengar” rasa sakitnya.
Sekarang, mengapa perumpamaan begitu efektif?
Karena otak manusia malas, dan ia menyukai efisiensi.
Perumpamaan itu seperti file zip mental. Ia mengompres sejumlah besar data sensorik menjadi paket kecil.
- Jalan Panjang: Airnya sangat dingin, sampai-sampai membuat kulitku terasa sakit dan jari-jari kakiku kebas. (Otak harus memproses 19 kata).
- Cara Perumpamaan: Dingin seperti es. (Proses otak memproses 4 kata).
Ketika Anda membaca empat kata itu, otak Anda membuka file tersebut dan memicu sensasi fisik seperti membeku.
Tujuan Penggunaan Perumpamaan
Sekarang, Anda mungkin sudah mengerti. Perumpamaan bukan sekadar hiasan mewah untuk kalimat Anda, melainkan dapat digunakan untuk mengatasi masalah komunikasi tertentu.
Berikut adalah 2 alasan utama mengapa memahami apa itu perumpamaan sangat penting:
- Karena Mereka Hanya Mengungkapkan Perasaan
Masalah terbesar dalam menulis adalah menggambarkan sesuatu yang tidak bisa disentuh, seperti emosi.
Kata-kata abstrak sulit untuk dipegang. Kata-kata konkret memiliki bobot dan tekstur.
- Masalahnya: Jika Anda hanya menulis, “Dia merasa sedih,” Pembaca memahami logikanya, tetapi mereka tidak merasakan apa-apa. Kesedihan terlalu samar.
- Solusi Perumpamaan: Tetapi jika Anda mengatakan, “Kesedihan itu melekat padanya seperti selimut basah,” Boom.. pembaca langsung merasakan beratnya, kelembapannya, dan tekanan yang menyesakkan.
Perumpamaan mengubah konsep-konsep yang tidak terlihat menjadi sensasi fisik yang dapat dirasakan oleh pembaca.
- Karena Mereka Bertindak Seperti Lem Mental
Ketika menulis merangsang indra kita (penglihatan, pendengaran, perabaan), hal itu akan lebih lama tertanam dalam ingatan kita.
Kalimat yang membosankan meluncur begitu saja dari pikiran seperti air yang meluncur dari punggung bebek. Tapi perumpamaan sensorik melekat seperti lem super.
Ketika Anda melibatkan kelima indra, Anda mensimulasikan pengalaman tersebut. Pembaca akan mengingat perasaan yang ditimbulkan oleh teks tersebut jauh setelah mereka lupa kata-kata spesifiknya.
Sekarang, mari kita tanyakan kepada Anda…
Apakah Anda terjebak?
Anda tahu apa yang ingin Anda katakan, tetapi Anda tidak bisa menemukan perbandingan yang tepat. Anda tidak ingin menggunakan klise lama, tetapi pikiran Anda kosong.
Inilah tempat di mana AI yang tidak terdeteksi berada. Penulis Esai AI berperan sebagai mitra brainstorming yang sempurna.
Dengan ini, Anda tidak perlu puas dengan kalimat yang membosankan. Anda dapat memasukkan konsep tersebut ke dalam AI, dan AI akan memberikan opsi yang jelas dan menarik untuk memperjelas maksud Anda.
- Masukan: Ruangan itu sunyi.
- Saran AI A: Sehening perpustakaan setelah jam tutup.
- Saran AI B: Tenang seperti napas yang ditahan.
Pilih yang sesuai dengan gaya Anda, dan begitu saja, blok penulis pun hilang.
Buat Ide-Ide Menarik dengan Penulis Esai Berbasis AI
Perumpamaan dalam Praktik
Mari kita lihat bagaimana berbagai industri menggunakan contoh perumpamaan untuk membekas di benak Anda.
- Dalam Pemasaran
Pengiklan menyukai perumpamaan karena hal itu memungkinkan merek untuk meminjam sifat-sifat dari sesuatu yang sudah Anda kenal dan percayai.
- Asuransi Negara: Ini mengambil rasa aman yang Anda rasakan dengan tetangga dan menempelkannya pada perusahaan asuransi.

- Chevrolet: Ini memberitahu Anda bahwa truk ini kokoh, tahan lama, dan awet.

- Almond Joy: Hal ini mengubah pilihan camilan menjadi ciri kepribadian.

2. Dalam Komedi
Komedian mengandalkan perumpamaan untuk menciptakan gambaran visual yang konyol yang membuat penonton tertawa seketika.
Contoh:
- Dia terlihat bingung seperti anjing yang menonton trik sulap.
- Itu sama sekali tidak membantu, seperti memasang pintu kawat pada kapal selam.
- Saya berkeringat seperti orang berdosa di gereja.
- Dalam Komunikasi Sehari-hari
Kami sering menggunakannya untuk menjelaskan hal-hal teknis kepada orang yang tidak ahli atau untuk menggambarkan kekacauan dengan cepat.
Contoh:
- Bandwidth itu seperti pipa air.
- Bayangkan awan seperti unit penyimpanan sewa raksasa untuk file-file Anda.
- Berlari-lari kesana-kemari seperti ayam tanpa kepala.
- Dalam Lirik Lagu
Musisi menggunakan perumpamaan untuk membuat suatu perasaan menjadi mudah diingat, sehingga Anda tidak bisa melupakan bagian reff-nya.
Contoh:
- Katy Perry: Dia menangkap perasaan kosong, tanpa tujuan, dan terombang-ambing oleh kehidupan.

- Miley Cyrus: Ia menggambarkan cinta yang menghancurkan, berat, dan tak terhentikan.

5. Dalam Olahraga
Komentator dan atlet menggunakan perumpamaan untuk mengubah pertandingan biasa menjadi kisah legendaris.
- Muhammad Ali: Gaya bertarung ini menggambarkan gerakan yang anggun namun berbahaya.

- Pembelaan: Kiper hari ini seperti tembok beton.
- Kelelahan: Para pemain jatuh seperti lalat di luar sana.
Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Penggunaan Perumpamaan
Perumpamaan itu seperti garam. Sedikit saja sudah cukup untuk membuat hidangan sempurna, tapi jika kamu menuangkan seluruh botolnya, kamu akan merusak hidangan tersebut.
Berikut adalah 4 kesalahan paling umum yang mengubah makna perumpamaan:
- Hindari Perangkap Klise
Kita semua sudah sering mendengar ungkapan seperti “sibuk seperti lebah” atau “putih seperti salju” berulang kali. Masalahnya adalah ungkapan-ungkapan tersebut begitu umum sehingga telah kehilangan daya tariknya.
Ketika seorang pembaca melihat klise, otak mereka bekerja secara otomatis. Mereka melewati kata-kata tersebut karena sudah tahu pola yang ada.
- Klise: Dia licik seperti rubah.
- The Fix: Dia licik seperti seorang politisi pada tahun pemilu.
- Jangan Membuat Perbandingan yang Dipaksakan
Terkadang, penulis berusaha terlalu keras untuk menjadi unik sehingga akhirnya menjadi tidak masuk akal. Mereka tidak memahami logika antara subjek dan objek.
- Kesalahan: Senyumnya seperti spreadsheet yang berantakan.
- Spreadsheet itu membuat stres dan membingungkan. Senyuman biasanya hangat dan ramah. Perbandingan ini tidak menjelaskan apa-apa.
- Aturan: Jika pembaca harus berhenti sejenak dan berusaha memahaminya, perumpamaan tersebut telah gagal.
3. Hindari Penggunaan Perumpamaan yang Berlebihan
Bayangkan mencoba makan kue yang seluruhnya terbuat dari krim. Terlalu banyak gula, dan itu membuatmu mual.
Demikian pula, penggunaan 3-4 perumpamaan dalam satu paragraf dapat membuat pembaca merasa lelah.
- Kesalahan: Dia berdiri tegak seperti menara, matanya berkilau seperti api, dan tangannya gemetar seperti daun.
- Anda meminta pembaca untuk membayangkan sebuah menara, api, dan daun dalam dua detik. Itu seperti kemacetan lalu lintas di pikiran.
- The Fix: Pilih gambar yang paling kuat dan tetap gunakan gambar tersebut.
4. Jangan Membuat Perbandingan Campuran
Hal ini terjadi ketika Anda memulai dengan satu gambar dan beralih ke gambar yang sama sekali berbeda di tengah-tengah pemikiran.
- Kesalahan: Dia mengaum seperti singa dan merayap keluar dari ruangan.
- Singa tidak merayap, ularlah yang melakukannya. Dengan mencampurkan kedua hewan tersebut, Anda menciptakan gambaran mental yang aneh dan tidak mungkin.
- The Fix: Jaga konsistensi gambaran visual Anda. Jika dia mengaum, biarkan dia menginjak-injak. Jika dia merayap, biarkan dia mendesis.
Tips untuk Perumpamaan yang Efektif
Menulis perumpamaan itu mudah. Menulis perumpamaan yang bagus membutuhkan sedikit strategi karena hal itu dapat memengaruhi makna perumpamaan.
Ikuti empat aturan berikut untuk menulis perumpamaan yang efektif:
- Tambahkan Faktor Tak Terduga
Perumpamaan terbaik mengejutkan pembaca.
Jika Anda menggunakan perbandingan pertama yang terlintas di pikiran Anda, kemungkinan besar itu adalah klise. Cari yang lebih dalam.
- Cara yang Membosankan: Sangat panas seperti api.
- Cara yang Menarik:Cuacanya panas seperti tamale yang dicuri.
- Ini spesifik, memiliki kepribadian, dan menyiratkan panas yang membara dan mendesak. Ini menceritakan sebuah kisah.
- Gunakan Spesifisitas
Kata-kata yang samar-samar menghasilkan gambaran yang samar-samar. Kata-kata yang spesifik menghasilkan gambaran yang jelas dan terperinci.
Jangan hanya menggunakan kata benda umum, gunakan versi spesifik dari kata benda tersebut.
- Rata-rata: Kata-katanya tajam seperti pisau.
- Oke, tapi jenis apa? Pisau mentega? Pisau saku yang berkarat?
- Keunggulan:Kata-katanya tajam seperti pisau bedah seorang ahli bedah.
- Sekarang kita tahu persis jenis pisau tajam apa itu.
- Baca Suasana
Perumpamaan menciptakan suasana. Anda harus memastikan bahwa suasana tersebut sesuai dengan adegan yang Anda tulis.
- Kesalahan:Dia menangis sedih seperti anak kecil yang menjatuhkan es krimnya.
- Ini merusak tragedi. Hal ini membuat kesedihan tampak kekanak-kanakan dan konyol.
- The Fix: Dia menangis dengan air mata kesedihan seperti hujan dalam prosesi pemakaman.
- Sekarang nada suaranya cocok. Nada suaranya berat, sedih, dan tak kenal ampun.
- Kenali Audiens Anda
Ingat rumusnya: Subjek + Suka + Perbandingan.
Perbandingan hanya berfungsi jika pembaca tahu apa yang dimaksud. Jika pembaca harus mencari referensi Anda di Google, perbandingan tersebut telah gagal.
- Jika menulis untuk Generasi Z: Jangan menggunakan referensi tentang mesin ketik atau disket. Mereka mungkin tidak memahami referensi suara klik/simpan.
- Jika menulis untuk audiens global: Hindari referensi olahraga lokal (seperti Kriket atau Bisbol) yang setengah dunia tidak akan mengerti. Fokuslah pada pengalaman universal (cuaca, makanan, alam).
Contoh-contoh Terkenal dari Perumpamaan
Berikut adalah lima contoh perumpamaan yang sangat tepat dan efektif.
- William Shakespeare

Biasanya, penyair membandingkan wanita dengan hal-hal yang suci (bintang, matahari, malaikat). Shakespeare melakukan hal sebaliknya. Dengan mengatakan bahwa dia tidak seperti matahari, dia menggambarkan seorang wanita manusia yang nyata dan memiliki kelemahan.
2. Forrest Gump

Siapa pun pasti pernah merasakan sensasi menggigit cokelat dan mendapati isinya adalah kelapa yang tidak enak. Hal itu menggambarkan ketidakpastian dalam hidup.
3. Robert Burns

Ini menyentuh berbagai indra. Anda melihat warna yang cerah (merah) dan mencium kesegarannya. Hal ini menunjukkan bahwa cintanya indah dan hidup, tetapi juga rapuh karena mawar tidak bertahan selamanya.
4. F. Scott Fitzgerald

Ngengat secara buta tertarik pada cahaya. Dengan membandingkan tamu pesta dengan ngengat, Fitzgerald memberitahu kita bahwa mereka hanyalah makhluk yang dangkal yang tertarik pada ketenaran Gatsby, bukan persahabatannya.
Ini adalah masalah yang umum…
Anda meminta AI untuk menulis perumpamaan, dan AI tersebut memberikan definisi perumpamaan dan contoh perumpamaan yang secara matematis benar tetapi secara emosional kaku.
Itu karena terkadang, tulisan AI kurang mengalir. Rasanya kaku, seperti definisi buku teks daripada percakapan alami.
Di sinilah tempatnya AI yang tidak terdeteksi. AI Humanizer Masuk. Hal ini memastikan bahwa perumpamaan Anda terdengar lancar, alami, dan sesuai dengan konteks.
Hal ini menciptakan suasana seperti seorang penulis sejati, memastikan perbandingan Anda terasa halus dan tidak terdengar kaku di halaman.
Buat Tulisan Anda Alir Secara Alami
Temukan Detektor AI dan Humanizer kami di widget di bawah ini!
Pikiran Akhir
Jadi, apakah Anda akhirnya merasa sudah cukup memahami apa itu perumpamaan?
Semoga panduan ini melekat di benak Anda seperti lirik lagu yang mudah diingat.
Kami telah menguraikan definisi perumpamaan, mempelajari ilmu otak, dan mengeksplorasi cukup banyak contoh perumpamaan untuk mengisi perpustakaan.
Tujuan bukan hanya untuk membandingkan dua hal, tetapi untuk menggambarkan gambaran yang begitu hidup sehingga pembaca Anda tidak bisa mengalihkan pandangan.
Jadi, silakan. Berani-beranilah. Jelas dan spesifik.
Dan apapun yang kamu lakukan, tolong jangan sampai “seibuk lebah.” Kamu bisa melakukan yang lebih baik dari itu.
Jaga agar perbandingan Anda tetap jelas dan autentik dengan AI yang tidak terdeteksi.